Siapa yang tak kenal kopi?
Minuman yang memiliki aroma dan rasa yang khas ini harus diakui begitu nikmat dan memiliki kemampuan yang menggoda. Tak jarang kopi menjadi sahabat setia orang yang suka begadang, atau dinikmati saat santai sembari membaca koran atau menonton televisi.
Tapi, dibalik kenikmatannya, mengkonsumsi kopi secara berlebihan juga tidak baik untuk kesehatab. Oleh karena itu, simak tips agar menikmati kopi tidak sampai mengganggu kesehatan anda.
Minuman yang memiliki aroma dan rasa yang khas ini harus diakui begitu nikmat dan memiliki kemampuan yang menggoda. Tak jarang kopi menjadi sahabat setia orang yang suka begadang, atau dinikmati saat santai sembari membaca koran atau menonton televisi.
Tapi, dibalik kenikmatannya, mengkonsumsi kopi secara berlebihan juga tidak baik untuk kesehatab. Oleh karena itu, simak tips agar menikmati kopi tidak sampai mengganggu kesehatan anda.
1. Kenali Batasan Dosis Tubuh Anda
Tidak
ada ukuran yang pasti untuk dosis kopi yang boleh dikonsumsi. Namun
kebanyakan penelitian mengungkapkan bahwa minum 300 mg caffeine (sekitar
1 sampai 3 cangkir kopi sehari) tidak memberikan efek negative pada
kebanyakan orang sehat.
Namun, setiap orang memiliki batasan sendiri mengenai konsumsi caffeine. Kebanyakan orang dapat mengkonsumsi 2 cangkir kopi sehari tanpa masalah. Namun ada pula yang mengalami efek buruknya dengan jumlah konsumsi kopi yang bahkan lebih sedikit. Ada yang bercerita setelah minum secangkir kopi menjadi tak dapat tidur sepanjang malam, sebaliknya ada yang tertidur pulas setelah minum kopi. Jadi pahamilah, cara terbaik adalah dengarkan respon tubuh sendiri!
Namun, setiap orang memiliki batasan sendiri mengenai konsumsi caffeine. Kebanyakan orang dapat mengkonsumsi 2 cangkir kopi sehari tanpa masalah. Namun ada pula yang mengalami efek buruknya dengan jumlah konsumsi kopi yang bahkan lebih sedikit. Ada yang bercerita setelah minum secangkir kopi menjadi tak dapat tidur sepanjang malam, sebaliknya ada yang tertidur pulas setelah minum kopi. Jadi pahamilah, cara terbaik adalah dengarkan respon tubuh sendiri!
2. Kenali "Efek" dari Kopi Yang Anda Minum
Ketika
mereguk kopi memang terasa nikmat, namun sering kali diikuti dengan
rasa bersalah. Kenali sinyal bahaya kopi sehingga kita tahu kapan harus
berhenti minum kopi. Sinyal bahaya itu antara lain : gelisah, jantung
berdebar, gangguan tidur dan gangguan mood (mis: cepat marah).
Seorang peminum kopi yang menghentikan kebiasaan minum kopinya dapat mengalami "caffeine withdrawal" yang ditandai oleh sakit kepala berdenyut, namun gejala ini akan hilang setelah 24-48 jam atau mendapat caffeine dosis baru.
Seorang peminum kopi yang menghentikan kebiasaan minum kopinya dapat mengalami "caffeine withdrawal" yang ditandai oleh sakit kepala berdenyut, namun gejala ini akan hilang setelah 24-48 jam atau mendapat caffeine dosis baru.
3. Kenali Kandungan Caffeine
Setelah
mengetahui dosis dan respon tubuh, ada baiknya kita mengetahui
kandungan caffeine dalam produk-produk yang sering kita konsumsi. Agar
jangan sampai dosis kopi yang dianjurkan sudah tercapai, namun kita
masih mengkonsumsi produk-produk lain yang mengandung caffeine sehingga
merasakan efek buruk kopi. Beberapa produk lain yang perlu diperhatikan
kandungan caffeine seperti misalnya : softdrink, permen kopi, teh,
coklat, obat sakit kepala.
Cara pengolahan (roasting dan brewing) juga berpengaruh terhadap kandungan caffeine dalam kopi. Sebagai contoh, sebuah penelitian menunjukkan, secangkir kopi di Starbucks mengandung rata-rata 259 mg caffeine dibandingkan dengan kopi dengan jenis dan ukuran cangkir yang sama di Dunkin Donuts yang hanya mengandung 149 mg caffeine.
Dari penelitian lain, kopi decaf (kopi tanpa caffeine) baik untuk mereka yang mengalami obesitas karena dapat meningkatkan HDL (kolesterol "baik") sekitar 50%. Sedangkan pada mereka yang tidak mengalami obesitas justru dapat menurunkan kolesterol HDL ini yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.
Cara pengolahan (roasting dan brewing) juga berpengaruh terhadap kandungan caffeine dalam kopi. Sebagai contoh, sebuah penelitian menunjukkan, secangkir kopi di Starbucks mengandung rata-rata 259 mg caffeine dibandingkan dengan kopi dengan jenis dan ukuran cangkir yang sama di Dunkin Donuts yang hanya mengandung 149 mg caffeine.
Dari penelitian lain, kopi decaf (kopi tanpa caffeine) baik untuk mereka yang mengalami obesitas karena dapat meningkatkan HDL (kolesterol "baik") sekitar 50%. Sedangkan pada mereka yang tidak mengalami obesitas justru dapat menurunkan kolesterol HDL ini yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.
4. Coffee Mix
Menurut
Penelitian, 5mg kalsium hilang untuk setiap 6 ons kopi yang kita
konsumsi. Oleh karena itu, cobalah sesekali memadukan kopi dengan
beberapa sendok susu. Selain lebih sehat, anda juga bisa merasakan
variasi lain dari kopi kan??
Banyak yang bilang kopi dan rokok adalah sahabat sejati, tetapi itu salah besar. Rokok dapat merusak kenikmatan kopi. Oleh karena itu, penikmat kopi sejati tidak akan merokok.
Banyak yang bilang kopi dan rokok adalah sahabat sejati, tetapi itu salah besar. Rokok dapat merusak kenikmatan kopi. Oleh karena itu, penikmat kopi sejati tidak akan merokok.
5. Check-up Berkala
Lakukan
pemeriksaan berkala terhadap kesehatan, dalam hal ini adalah ukuran
tekanan darah. Semakin dini hipertensi diketahui, akan semakin baik
untuk penatalaksanaan selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar